Cerita CintaCerita Kehidupan

Lelahku.

Ku memulai,Berjalan,Berlari Hingga Jatuh,tak dapat bangkit lagi.

Hai…panggil saja aku tiar…,aku berasal dari keluarga orang biasa,perjalananku penuh dengan suka dan duka,apalagi mengenai cinta.

Tak akan asing lagi bagi kalian semua,hal ini serung kali dikaitkan dengan rasa.Bukan rasa rasa buah atau makanan lainya,melainkan sebuah rasa yang terkadang dipendam oleh umat manusia.

Disini Akan ku ceritakan sebuah kisah,untuk kalian baca,bisa kalian rasakan,bahkan baiknya bisa kalian ambi sebagai pelajaran..,Semua Berawal dengan Kata “Purworejo” satu tempat yang mengukir  pola di hati menjadi sebuah cerita,dimana cerita itu benar-benar membuatku jatuh cinta pada satu kata ini.Aku tak habis pikir,aku hanyalah seorang pendatang disini..,Asalku bukan dari tempat ini,namun keadaan memaksaku untuk bersinggah di tempat ini…,Dan mulailah,disini aku menemukan sedih dan bahagiaku.

Sejak awal sudah ku jelaskan bahwa aku orang biasa yang berasal dari keluarga biasa,disini aku didewasakan oleh keadaan,orang lain mungkin dengan mudah ketika mereka menginginkan sesuatu,namun bukan bagiku,ibarat “aku harus menimba air dahulu sebelum mandi” satu kalimat itu akan menggambarkan ,bahwa aku harus melakukan suatu usaha untuk memenuhi keinginan bahkan kebutuhanku.

Meski begitu aku tak pernah menyesalkan itu,aku menyadari bahwa tuhan adalah hakim paling adil di alam semesta ini,setiap orang telah dibekali rejekinya masing masing begitupun aku,aku bahagia dengan kehidupanku,apapun yang aku miliki selalu aku syukuri,mengapa?? jika kita sadari,di bawah masih banyak manusia yang kebutuhannya jauh lebih banyak yang belum terpenuhi bahkan yang seharusnya  sudah menjadi takdir untuk dimiliki setiap manusia pun ada yang tidak memilikinya.

Cukup jelas kan? Sekarang kalian sudah mulai mengenal siapa aku…,dengan berjalannya cerita ini,kalian akan masuk ke dalam duniaku,dan lebih jauh mengenal siapa diriku.

Aku punya sebuah hobi di bidang permusikan,aku senang bermain gitar,ya meski setiap bermain,aku tak bisa menyanyi,bagiku suara gitar benar benar bisa memunculkan satu ketenangan untukku,di saat aku sedang sakit,sedih,ataupun bahagia,Suaranya selalu bisa mengikuti dimana alurku saat itu.

Dulu aku berfikir bahwa aku tidak akan pernah bisa memainkan satu alat itu,pada akhirnya aku mulai belajar,dan terus belajar sehingga kini gitar seakan menjadi teman setiaku di kala aku merasa sendirian.

Setiap orang pasti pernah merasakan sendirian,meski di sekitarnya banyak sekali orang yang mempedulikannya,Hal itu wajar,karena merasa sendiri bisa saja terjadi ketika orang itu sedang sedih atau tertimpa banyak masalah.

Saat ini diriku sedang merasakan itu,Sendiri,Sepi, tak ada seorangpun yang bisa memahamiku.

Pernah satu ketika,aku bertemu dengan seseorang yang rumahnya tak jauh dari rumahku,kami bertemu di pusat kota,sebelumnya kami hanya kerap melihat di jalan,belum sekalipun berkenalan,hingga pada saat itu aku mulai mengenalnya,Cantik,Kharismatik suaranya merdu pula,dari situ aku mulai mencoba bertanya tanya mengenai dirinya,panggil saja sasa,lama kami berbincang sampai pada akhirnya aku membuat jadwal untuk mengajak ia bernyayi bersama iringan gitarku.

Aku tak pernah berniat apapun akan sasa,aku cukup menyadari andai aku menyukainya,bukan itu yang seharusnya kulakukan,cukup dia sebagai teman bermain gitarku.

Waktu terus berlalu,aku pun mencoba mencari sesosok wanita yang sekiranya pantas untuk kusayangi.

Seseorang berhasil membuatku jatuh cinta,atas itu,Hari hariku terasa bahagia,hatiku terus berbunga bunga,panggil saja yulia namanya,bagiku dirinya dalah orang yang cukup istimewa,hampir seluruh kekuranganku dirinya berhasil menerima,”Inilah yang aku cari” batinku.

Namun jangan terkejut, disetiap kebahagiaan akan datang suatu permasalahan,kali ini cukup rumit masalah yang kualami,dimana sasa yang kurasa tak pantas untuk aku sayangi justru dirinya menyayangiku lebih dari seorang teman,padahal disitu ia tau bahwa ada hati yang harus kujaga.

Aku menyesal karena tak percaya dengan driku sendiri,ternyata orang yang kukira tak mungkin mencintaiku justru mencintaiku,Aku berfikir agar tetap tenang,namun tenang saja tak menyelesaikan masalah,hingga akhirnya aku membuat keputusan untuk memilih salah seorang,sudah jelas siapa yang harusnya kupilih.,

Yulia adalah sesosok yang menerimaku apa adanya,aku memilihnya,sayangnya ada satu hal yang tidak bisa dihindari dalam keadaan seperti ini…,akan ada satu orang yang harus tersakiti.

Akhirnya sasa memilih pergi,hingga akhirnya dirinya menemukan sosok baru yang berhasil membuat sasa menyayanginya.

Waktu berlalu,segala kenangan indah kulewati bersamanya,namun ttidak akan pernah ada hubungan yang sempurna,semakin berjalannya waktu aku mulai merasakan perbedaan hubungan diantaraku dan yulia,kami mulai tau kelebihan dan kekurangan kami,hingga akhirnya kami tak bisa saling menerima itu,8 bulan mengakhiri hubungan kami.

Disamping itu kebetulan sekali sasa juga baru saja tersakiti oleh orang baru yang ia sayangi,dia menceritakan segala masalahnya kepadaku,aku hanya mengatakan “tenang ada aku” Kalimat singkat itu benar benar menggetarkan hatiku,seakan membuatku berjanji bahwa aku akan menjadi orang yang selalu ada disaat sasa jatuh.

Benar saja,jatuh bangun aku bersamanya,kapan dirinya sedih aku selalu ada,dirinya selalu berharap sedemikian rupa,sehingga membuatku semakin bersemangat untuk menjaganya,lama berjalan,sikapnya mengatakan sayang kepadaku,aku mempercayai itu,ternyata aku salah,tidak seharusnya aku percaya,bayangkan saja sertahun tahun lamanya aku hanya dibohongi oleh jari jari tangan yang tak pernah jujur mengungkapkan isi hati,dia mengetahui bahwa aku benar benar menyayanginya,tapi hati tak pernaah bisa berbohong,setelah lama berjalan baru ia mengatakan bahwa sesungguhnya dirinya belum bisa sayang kepada seseorang,akupun memahami itu,namun setahuku hanyalah satu proses adaptasi wanita yang barusaja tersakiti,wajar pikirku.

Berjalannya waktu,dirinya terus saja memberikan perhatian lebih untukku,tak hanya perhatian melainkan sebuah harapan pasti,Aku sangat senang menjalaninya,namun seketika kesenanganku hanyut,Bak Perumahan tepi pantai yang hancur tersapu derasnya sunami 🙂

Dririnya masih saja mengataka hal yang sama seperti sebelumnya,Bahkan lagi di tambah bahwa hatinya masih belum bisa melepas kepergian orang sebelumku,disini aku jatuh,setelah berkali kali aku dijatuhi berbagai permasalahan darinya yang selalu ikhlas ku terima,kini aku jatuh,tak ada yang menolongku,dirinya pun seakan tak peduli dengan apa yang kuarsakan,perkataannya semudah membalikkan telapak tangan,dengan berat hati aku menyaddari bahwa memang benar diriku sejak dahulu,sasa bukanlah orang yang seharusnya aku cintai.

Sebelum ini aku tak pernah lelah untuk membuatnya bahagia,Namun sekarang,ku akui aku lelah,aku sudah tidak kuat dengan semua ini,Rasa hati yang disia siakan ini menjadi saksi kepergianku,sekali lagi Aku Yang Pergi,bukan kamu yang mengusirku,aku berpesan bahwa suatu saat nanti ada saatnya bahagia dibalas dengan bahagia,dan sengsara dibalas dengan sengsara,Terimakasih kasihku,cerita kita cukup sampai disini,selamat berbahagia nanti dengan yang baru,Aku yang akan setia disini menangkapmu ketika kamu jatuh.

Begitulah seklimut kisahku,maafkan bila banyak sekali kalimat atau kata kata yang kurang tepat dalam penggunaan bahasa,aku bukanlah penulis yang baik,tulisanku hanya berdasarkan isi hatiku 🙂

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button