Gaya HidupPeliharaan

Memelihara Ikan Gabus Hias (Channa)

Ikan predator hias yang asik dipelihara

Memelihara Ikan Gabus Hias (Channa)

Ikan Gabus hias atau disebut dengan Istilah channa mengacu pada nama ilmiah family Channidae. Ikan ini juga dikenal sebagai emperor snakehead lantaran bentuk kepalanya menyerupai ular. Ada referensi yang menyebut bahwa channa memiliki 50-an spesies yang tersebar di seantero Asia (Channa) hingga Afrika (Parachanna).

Gabus juga ditemukan di Amerika. Ikan ini disebut-sebut masuk ke negeri Paman Sam dibawa oleh penghobi—karena kewalahan lantaran ukurannya besar—akhirnya melepaskan ikan itu ke sungai. Pihak berwenang kemudian memburu dan memusnahkan ikan ini karena dianggap mengganggu ekosistem setempat.

Di kalangan pencinta di Tanah Air, channa sudah tidak asing di telinga. Pedagang di pasar ikan dan toko ikan langsung paham begitu kita tanya apakah mereka punya stok ikan agresif ini. Maklum, biasanya ada pedagang yang tidak langsung meletakkan ikan ini diakuarium displai karena alasan keterbatasan tempat.

Gabus merupakan salah satu ikan predator yang biasa memangsa ikan jenis lain yang lebih kecil. Karena bersifat teritorial, channa juga menyerang sesama yang masuk ke wilayahnya. Karena itu, gabus biasanya dipelihara sendirian (single tank), mirip saudara jauhnya, arwana.

Hanya gabus dewasa yang sudah berjodoh yang dapat dipelihara dalam satu tempat. Itu pun cukup sulit memadukan keduanya karena ikan jantan dan betina tidak selalu cocok menjadi pasangan. Keluarga gabus biasanya memasangkan diri sejak mereka masih dalam bentuk koloni (masih muda).

Adapun asiatica, pulchra, dan aurantimaculata berasal dari mancanegara. Channa asiatica ditemukan di China, Taiwan, dan Jepang selatan; andrao dan aurantimaculata dari India; sedangkan pulchra atau biasa dikenal blue pulchra dari Myanmar.

Jenis dan harga

Harga channa tidaklah murah. Anakan yellow sentarum dibanderol Rp 30.000-Rp 45.000 per ekor ukuran 5-6 sentimeter (cm) dan Rp 150.000 per ekor untuk red sampit. Sementara toman (Channa micropeltes) sedikit lebih murah, di pasar ikan biasa ditawarkan Rp 30.000 sudah dapat ukuran di atas 10 cm.

Sebaliknya, harga gabus impor lebih tinggi. Pulchra ukuran 5-6 cm dijual Rp 50.000 per ekor. Sementara asiatica RSWS ukuran sama harganya Rp 150.000-Rp 200.000 per ekor. Bahkan, di toko daring ada yang menawarkan Rp 850.000 untuk seekor aurantimaculata ukuran 10-15 dan Rp 1,2 juta untuk ukuran 18-20 cm.

Semakin besar ukurannya, tentu saja harga ikan kian tinggi. Apalagi jika penampilan ikan bagus dan punya mental berani, harganya bisa sampai puluhan juta. Ukuran gabus dewasa bervariasi, mulai jenis kecil yang hanya belasan cm hingga 1 meter.Selain ukuran, tingkat harga ikan juga didasarkan pada warna dan bentuk sirip. Semakin lebar sirip dan warnanya kian menyolok, harga ikan makin mahal. Selain cara makan hewan hidup (seperti ikan kecil, katak, dan jangkrik) yang lahap, kibasan sirip punggung (dorsal) dan ekor channa juga menarik dilihat saat tubuhnya meliuk-liuk.

Permintaan terhadap gabus juga terus bergulir. Tidak butuh waktu lama bagi seorang pedagang di pasar ikan memiliki stok channa. Begitu pula jika mereka mengunggah di media sosial, langsung ditanggapi calon pembeli yang menanyakan harga dan alamat. Tentu saja, kalau di media sosial, sang pembeli hanya akan mengungkapkan harga melalui pesan pribadi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button